Menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026, Bank Mandiri mengambil langkah strategis dengan menyiapkan dana tunai sebesar Rp4,58 triliun di wilayah Jawa Barat. Dana tersebut dialokasikan untuk memastikan kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi selama periode meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang hari raya.
Alokasi uang tunai ini digunakan terutama untuk pengisian mesin ATM dan Cash Recycle Machine (CRM) yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat. Penyediaan dana tersebut berlangsung selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026, yang diperkirakan menjadi masa dengan intensitas transaksi perbankan yang tinggi.
Langkah ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam menjaga kelancaran layanan perbankan, terutama ketika kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai meningkat signifikan menjelang Lebaran. Selain mendukung kebutuhan individu, kebijakan ini juga berperan menjaga stabilitas aktivitas ekonomi di tingkat regional.
Peningkatan Kebutuhan Transaksi Selama Ramadan
Pertumbuhan Kebutuhan Uang Tunai
Penyediaan dana Rp4,58 triliun tersebut mengalami peningkatan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4,36 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan proyeksi meningkatnya transaksi masyarakat selama Ramadan hingga puncak arus mudik menjelang Idul Fitri.
Lonjakan kebutuhan uang tunai biasanya dipicu oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah peningkatan konsumsi rumah tangga, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR), serta aktivitas perjalanan masyarakat yang meningkat selama musim mudik.
Bank Mandiri memperkirakan kebutuhan pengisian uang tunai di wilayah Jawa Barat dapat mencapai sekitar Rp120 miliar hingga Rp130 miliar setiap harinya selama periode tersebut. Estimasi ini disusun berdasarkan pola transaksi historis serta tren pertumbuhan ekonomi pada periode Ramadan yang cenderung mengalami peningkatan setiap tahun.
Dukungan Terhadap Aktivitas Ekonomi Regional
Selain memastikan ketersediaan uang tunai, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi perbankan untuk menjaga perputaran ekonomi domestik. Ketika masyarakat memiliki akses mudah terhadap layanan perbankan dan uang tunai, aktivitas konsumsi serta transaksi bisnis dapat berlangsung lebih lancar.
Momentum Ramadan dan Lebaran memang sering menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka pendek di berbagai daerah. Banyak sektor seperti perdagangan ritel, transportasi, hingga pariwisata mengalami peningkatan aktivitas selama periode tersebut.
Penguatan Infrastruktur Layanan Perbankan
Optimalisasi Jaringan ATM dan EDC
Untuk memastikan distribusi uang tunai berjalan lancar, Bank Mandiri juga mengoptimalkan berbagai kanal layanan elektronik. Di wilayah Jawa Barat, bank ini mengoperasikan lebih dari 1.200 unit ATM dan CRM serta lebih dari 16 ribu mesin EDC yang tersebar di berbagai titik transaksi.
Keberadaan jaringan ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dengan lebih mudah, baik penarikan tunai, pembayaran, maupun transaksi digital. Dengan cakupan jaringan yang luas, bank dapat meminimalkan potensi gangguan layanan selama periode transaksi tinggi.
Penguatan Layanan Digital
Selain layanan konvensional, Bank Mandiri juga mendorong penggunaan platform digital untuk mendukung transaksi masyarakat. Aplikasi super app Livin’ by Mandiri menjadi salah satu layanan yang diandalkan nasabah untuk melakukan berbagai transaksi secara praktis.
Jumlah pengguna aplikasi tersebut telah mencapai jutaan pengguna, sementara layanan Livin’ Merchant juga telah digunakan oleh ratusan ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam strategi penguatan layanan perbankan modern.
Sementara itu, platform Kopra by Mandiri juga dimanfaatkan oleh ribuan perusahaan untuk pengelolaan transaksi dan manajemen kas secara terintegrasi.
Kolaborasi dengan Program Penukaran Uang Ramadan
Partisipasi dalam Program SERAMBI Bank Indonesia
Dalam rangka mendukung kelancaran distribusi uang layak edar, Bank Mandiri juga berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang digagas oleh Bank Indonesia.
Program ini memungkinkan masyarakat menukar uang baru melalui mekanisme pemesanan digital menggunakan aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia. Selain itu, tersedia pula layanan kas keliling serta titik penukaran uang di berbagai lokasi yang bekerja sama dengan perbankan.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh pecahan uang baru dengan proses yang lebih tertib dan terorganisir, terutama untuk kebutuhan tradisi berbagi uang saat Lebaran.