Nama Anggun selama ini lebih dikenal sebagai penyanyi Indonesia yang sukses di panggung internasional. Namun pada 2026, ia mengambil langkah berbeda dengan menjajal dunia seni peran melalui film Para Perasuk. Proyek ini menjadi debut akting Anggun dalam film Indonesia dan langsung menarik perhatian publik.
Film tersebut digarap oleh sutradara Wregas Bhanuteja, sineas yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya film yang mendapat pengakuan luas di festival internasional. Kehadiran Anggun dalam proyek ini menjadi salah satu daya tarik utama, mengingat ia jarang terlibat dalam produksi film layar lebar.
Keputusan Anggun untuk menerima tawaran bermain dalam film ini ternyata bukan tanpa pertimbangan. Ia mengungkapkan bahwa faktor cerita serta pendekatan artistik yang dibawa oleh sutradara menjadi alasan utama dirinya tertarik bergabung dalam proyek tersebut.
Menurutnya, naskah film memiliki kekuatan emosional dan sudut pandang yang unik sehingga membuatnya merasa tertantang untuk mencoba sesuatu yang baru di luar dunia musik.
Ketertarikan Anggun pada Cerita Film
Cerita yang Mengangkat Nuansa Lokal
Salah satu hal yang membuat Anggun tertarik adalah latar cerita film yang kental dengan budaya lokal Indonesia. Film Para Perasuk mengambil inspirasi dari fenomena pertunjukan kerasukan yang sering ditemukan dalam berbagai tradisi masyarakat.
Fenomena tersebut sering kali muncul dalam ritual atau pertunjukan budaya tertentu, namun jarang diangkat secara serius dalam film. Melalui proyek ini, cerita tentang kerasukan tidak hanya ditampilkan sebagai unsur horor, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika sosial dan budaya masyarakat.
Pendekatan ini memberikan sudut pandang baru bagi penonton, karena film tidak sekadar menonjolkan unsur menakutkan, melainkan juga menggali makna di balik fenomena tersebut.
Pendekatan Sutradara yang Berbeda
Selain ceritanya, Anggun juga mengaku tertarik dengan visi kreatif sang sutradara. Wregas Bhanuteja dikenal sebagai pembuat film yang memiliki gaya penceritaan kuat dan sering menghadirkan tema sosial dalam karyanya.
Pendekatan realistis yang diusung dalam film ini membuat Anggun merasa proyek tersebut memiliki nilai artistik yang kuat. Ia menilai bahwa film ini tidak hanya dibuat untuk hiburan semata, tetapi juga menyampaikan pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Ketika membaca naskahnya, Anggun merasa ada kedalaman cerita yang jarang ia temukan. Hal inilah yang akhirnya mendorongnya untuk mencoba pengalaman baru sebagai aktris.
Film Para Perasuk dan Premis Ceritanya
Film Para Perasuk mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Bayu yang bercita-cita menjadi pawang dalam sebuah pertunjukan kerasukan di desanya. Ia berharap dapat memperoleh uang dari profesi tersebut demi menyelamatkan kampungnya dari ancaman penggusuran.
Cerita tersebut kemudian berkembang menjadi drama yang menggambarkan hubungan manusia dengan spiritualitas, tradisi, serta tekanan sosial yang dihadapi masyarakat desa.
Berbeda dari film horor konvensional, karya ini lebih menonjolkan unsur drama dan refleksi sosial. Fenomena kerasukan digambarkan secara lebih realistis, tanpa stereotip yang sering muncul di film-film seram pada umumnya.
Melalui pendekatan tersebut, film ini diharapkan mampu memberikan pemahaman baru kepada penonton mengenai fenomena kerasukan yang sering disalahartikan dalam budaya populer.
Deretan Pemeran dan Skala Produksi
Film ini juga diperkuat oleh sejumlah aktor dan aktris terkenal Indonesia. Beberapa nama yang turut membintangi proyek tersebut antara lain Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan.
Keberagaman latar belakang para pemain memberikan dinamika tersendiri dalam film ini. Kolaborasi antara aktor muda dan figur publik seperti Anggun diharapkan mampu menciptakan warna baru dalam perfilman Indonesia.
Secara produksi, Para Perasuk merupakan proyek kolaborasi internasional yang melibatkan rumah produksi dari Indonesia, Singapura, dan Prancis. Proses syutingnya sendiri berlangsung selama beberapa minggu dan melibatkan berbagai lokasi yang mendukung atmosfer cerita.
Selain itu, film ini juga dijadwalkan melakukan pemutaran perdana di ajang Sundance Film Festival 2026 dalam kategori World Cinema Dramatic Competition sebelum dirilis lebih luas kepada publik.
Tantangan Baru bagi Anggun
Bagi Anggun, terlibat dalam film ini merupakan pengalaman yang cukup menantang. Ia harus beradaptasi dengan proses produksi film yang berbeda dari industri musik yang selama ini ia jalani.
Proses mendalami karakter menjadi tantangan tersendiri, karena ia harus memahami emosi serta latar belakang tokoh yang diperankannya. Meski demikian, Anggun menganggap pengalaman tersebut sebagai kesempatan berharga untuk memperluas kreativitasnya sebagai seniman.
Debut ini juga membuka kemungkinan baru bagi Anggun untuk terlibat dalam proyek film lainnya di masa depan. Dengan reputasi internasional yang telah ia miliki di dunia musik, langkahnya memasuki dunia akting tentu menjadi perkembangan menarik dalam perjalanan kariernya.